Kamis, 21 Oktober 2010

0 MENGGAMBAR PONDASI BATA, BATU KALI, BETON DAN TIANG

Pada setiap gambar rencana sebuah bangunan umumnya akan digambarkan:
1. denah bangunan
2. pandangan depan dan pandangan samping
3. penampang memanjang dan melintang
Dari gambar denah bangunan dan gambar penampang memanjang maupun penampang melintang akan diketahui macam pondasi yang direncanakan, akan tetapi biasanya belum begitu jelas sehingga diperlukan suatu gambar penjelas pondasi yang terdiri dari:
1. gambar denah pondasi
2. gambar penampang pondasi
gambar ini dapat dibuat dengan mudah jika gambar rencana yang bersangkutan telah disetujui oleh ahli konstruksi. Sebab ada kalanya ukuran, bentuk dan macam pondasinya dirobah oleh ahli konstruksi, karena keadaan tanah yang kurang sesuai dengan rencana pondasi atau karena sebab lain.
Sebagai contoh pada bangunan rumah tinggal sederhana. Pondasi untuk bangunan ini dapat dibuat bermacam-macam konstruksinya tergantung dari beban di atasnya, macam tanah, macam bahan pondasi dan sebagainya.
Seperti diketahui pondasi konstruksinya bermacam-macam, seperti:
1. pondasi pasangan batu bata
2. pondasi pasangan batu kali
3. pondasi beton bertulang
4. pondasi beton tumbuk
5. pondasi tidak langsung atau pondasi di atas tiang

1. Pondasi Pasangan Batu bata
Pasangan pondasi ini ukuran dan bentuk pondasi tergantung dari keadaan tanah dan beban yang akan diterima seperti beban dinding luar, dinding dalam, teras dan tembok halaman dan lain-lain.
Setelah mempelajaari keadaan bangunan yang akan dibangun berdasarkan gambar rencana, maka baru dibuatkan gambar denah rencana pondasinya. Gambar rencana pondasi ini akan disesuaikan dengan dengan penampang bangunan yang bersangkutan yang terdapat dalam gambar rencana (gambar bestek).
Pada gambar denah pondasi batu bata ini akan digambarkan:
1. tebal dinding (lebar slof beton)
2. lebar pondasi bagian atas
3. lebar pondasi bagian bawah
4. kolom rangka beton
Sedangkan keterangan-keterangan yang perlu dicantumkan pada gambar denah pondasi pasangan bata antara lain;
1. ukuran antara dinding di dalam meter
2. ukuran kolom dalam cm
3. ukuran lebar atas dan bawah pondasi dalam cm
4. ukuran balok sloof dalam cm
5. tempat-tempat potongan untuk penampang yang akan dibuatkan gambar penjelas dan diberi dengan nomor atau boleh juga dengan huruf
6. skala yang dipakai (umumnya 1 : 100)
7. judul dari pondasi bangunan yang bersangkutan
setelah menggambar denah pondasi bata ini siap, maka akan dilanjutkaan dengan menggambar gambar penjelas atau detail pondasi dari masing-masing potongan dengan skala yang lebih besar agar keterangan-keterangan yang diperlukan dapat dicantumkan dengan jelas.
Adapun keterangan-keterangan yang perlu dicantumkan dalam gambar penjelas antara lain:
1. ukuran dalamnya pondasi
2. ukuran lebar dari bagian pondasi atas, tengah, bawah dalam cm
3. keterangan-keterangan lapisan pasir, pasir urug, tanah urug, muka tanah, lantai tegel, pasangan bata, dan tanda pengarsiranya.
4. nomor penjelas
5. skala yang dipakai (umumnya dipakai 1 : 20)


2. Pondasi Pasangan Batu Kali
Seperti halnya dengan pondasi batu bata, maka untuk bangunan dengan pasangan pondasi batu kali memerlukan juga gambar denah pondasi pasangan batu kali.
Yang perlu digambarkan pada gambar denah pasangan batu kali antara lain:
1. tebal dinding (atau lebar slof)
2. lebar pondasi bagian atas
3. lebar pondasi bagian bawah
4. lebar pasangan batu kosong (aanstamping)
5. kolom beton
Sedangkan keterangan keterangan yang perlu dicantumkan antara lain:
1. ukuran antara dinding di dalam meter
2. ukuran kolom dalam cm
3. ukuran lebar atas dan bawah pondasi dalam cm
4. ukuran balok sloof dalam cm
5. tempat-tempat potongan untuk penampang yang akan dibuatkan gambar penjelas dan diberi dengan nomor atau boleh juga dengan huruf
6. skala yang dipakai (umumnya 1 : 100)
7. judul dari pondasi bangunan yang bersangkutan
setelah selesai pembuatan gambar denah pondasi batu kali maka baru dapat dibuat gambar penjelas atau gambar detail untuk masing-masing potongan dengan skala yang lebih besar. Sesuai dengan nomor potongan yang terdapat di gambar denah pondasi.
Adapun keterangan-keterangan yang perlu dicantumkan dalam gambar penjelas antara lain:
1. ukuran dalamnya pondasi
2. ukuran lebar dari bagian pondasi atas, tengah, bawah dalam cm
3. keterangan-keterangan lapisan pasir, pasir urug, tanah urug, muka tanah, lantai tegel, pasangan batu kali, dan tanda pengarsiranya.
4. nomor penjelas
5. skala yang dipakai (umumnya dipakai 1 : 20)


3. Pondasi beton bertulang
Pada suatu bangunan yang akan dibangun pada tanah yang lunak atau tanah yang jelek, ataupun beban pondasi yang besar karena beban di atasnya, maka diperlukan alas pondasi yang lebih lebar, dan salah satu pondasi yang dapat digunakan adalah pondasi beton bertulang.
Seperti halnya pondasi bata, pondasi batu kali, pada pondasi beton juga pertama kali harus digambarkan gambar denah pondasi beton bertulang, yang sesuai dengan denah bangunan. Untuk menggambar denah pondasi beton bertulang perlu diketahui dulu jenis pondasi yang digunakan seperti:
a. macam I, ialah tembok dinding bata yang langsung terletak di atas jalur pondasi beton bertulang
b. macam II, pondasi pasangan batu kali yang terletak di atas jalur pondasi beton bertulang.
Pada gambar denah pondasi beton bertulang macam I, paling tidak harus mencantumkan antara lain:
1. tebal dinding
2. lebar sloof beton
3. lebar bagian bawah pondasi
4. kolom beton
Sedangkan pada gambar denah pondasi beton bertulang macam II, harus dicantumkan antara lain:
1. tebal dinding
2. lebar pasangan batu kali bagian atas
3. lebar pasangan batu kali bagian bawah
4. lebar pondasi beton bertulang bagian bawah
5. kolom beton
sedangkan keterangan-keterangan yang perlu dicantumkan antara lain:
1. ukuran jarak antara dinding di dalam meter
2. ukuran kolom dalam cm
3. ukuran lebar atas dan bawah pondasi dalam cm
4. ukuran balok sloof beton dalam cm
5. tempat potongan untuk penampang yang akan dibuatkan gambar penjelas yang diberi tanda dengan nomor atau huruf.
6. skala yang dipakai (umumnya 1 : 100)
7. Judul dari pondasi untuk bangunan yang bersangkutan

Setelah selesai penggambaran gambar denah pondasi beton bertulang dengan salah satu macam yang dipilih, maka buatlah gambar penjelas dari potongan yang terdapat pada gambar yang bersangkutan dengan skala yang lebih besar.
Keterangan-keterangan yang perlu dicantumkan dalam gambar penjelas/ gambar detail antara lain:
a. ukuran dalamnya pondasi
b. ukuran lebar pondasi bagian atas (lebar sloof), dan bagian bawah
c. lebar pasangan batu kali
d. keterangan-keterangan lapisan pasir, pasir urug, tanah urug, muka tanah, lantai tegel, pasangan batu kali, pasangan batu kosong, dan tanda pengarsiranya.
e. Nomor penjelas
f. Skala yang dipakai (umumnya 1 : 20)

Pada waktu menggambar pembesian beton untuk pondasi dan sloof, maupun untuk pelat sayapnya harus selalu diperhatikan persyaratan dari konstruksi beton bertulang antara lain:
a. Tulangan utama
b. Tulangan pembagi
c. Tulangan serong (pada sloof akan terlihat di gambar penampang memanjangnya)
d. Tulangan sengkang
Untuk jumlah dan besar besi yang dipakai untuk penggambaran konstruksi beton bertulang ini diperoleh dari hasil perhitungan yang dibuat oleh ahli konstruksi beton.



4. Pondasi Tidak Langsung
Bila tanah keras letaknya jauh dan terlalu dalam, misalnya di daerah rawa sehingga tidak mungkin dibuat dengan pondasi langsung seperti pondasi batu kali, maupun beton bertulang, maka digunakan pondasi tidak langsung atau pondasi tiang. Pondasi tiang tersebut dipasang dengan cara dipancangkan atau dibenamkan ke dalam tanah baik dengan tenaga manusia maupun dengan tenaga mesin.
Pondasi tidak langsung yang sering ditemui adalah seperti:
1. Untuk bangunan rumah tempat tinggal biasa yang dibuat dari tiang-tiang pancang kayu, kemudian bagian atasnya ditutup dengan gelagak atau sepatu dari kayu, selanjutnya diatas gelagak ini dibuat pondasi langsung. Umumnya pondasi yang digunakan adalah pondasi bata atau pondasi batu kali.
Gambar denah pondasi tidak langsung ini akan sama dengan gambar denah pondasi langsung yang terletak di atasnya, hanya masih perlu dilengkapi dengan tempat titik-titik pancang.
2. Untuk bangunan bertingkat tinggi, tiang pancangnya dibuat dari beton bertulang. Tiang pancang ini panjangnya harus mencapai tanah keras, sedangkan jumlah tiang pancang yang harus dipancang sangat bergantung dari tinggi / berat bangunan yang berada di atasnya.
Sedangkan jumlah besi dan besarnya besi yang digunakan akan diberikan oleh seorang ahli konstruksi beton. Demikian pula dengan ukuran sengkang maupun besar dan panjang dari tiang pancang tersebut.
Tiang pancang ini dipancang berkelompok di bawah kolom-kolom pemikul dari kerangka bangunan yang terletak di atasnya.
Kepala dari tiang pancang ini akan diikat menjadi satu dengan blok beton bertulang yang dinamai pur. Kemudian antara pur satu dengan pur lainnya dihubungkan oleh balok-balok sloof yang dibuat dari beton bertulang pula.

About the Author

I'm Dilipkumar, the founder of Wordpresstoblogger.info. This blogger Template was made by me, if you like it Subscribe to Our Feed and Follow Me on Twitter Wptoblogger

    Other Recommended Posts

0 komentar:

Poskan Komentar

 
back to top